Selasa, 15 Desember 2009

PERKEMBANGAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA
SERTA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA




pokok-pokok materi yang dapat Anda pelajari pada bagian modul ini meliputi:
1. Proses masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia.
2. Wujud akulturasi kebudayaan Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia.

Bagaimana dengan persiapan Anda untuk mempelajari modul ini? Mudah-mudahan Anda benar-benar siap, agar kesuksesan dapat Anda raih.

Seperti yang telah Anda ketahui melalui pendahuluan, bahwa agama Hindu- Budha berasal dari India, kemudian menyebar ke Asia Timur. Asia Tenggara termasuk Indonesia. Timbul suatu pertanyaan bagaimana proses masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebudayaan Indonesia? Untuk mengetahui jawaban tersebut, silakan Anda pelajari uraian materi berikut ini!

Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik) yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.

Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda amati gambar peta jaringan perdagangan laut Asia Tenggara berikut ini:


Gambar 1. Peta jalur perdagangan laut Asia Tenggara

Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.

Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.

Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.

Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia, terdapat beberapa pendapat/hipotesa yaitu antara lain:

  1. Hipotesis Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.

  1. Hipotesis Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.

  1. Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.

Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.

Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:

· Pertama, proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.

  • Kedua, proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang

Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.

Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).

Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia, untuk mengukur tingkat pemahaman Anda silahkan Anda kerjakan latihan soal berikut ini!

  1. Sebutkan tempat penemuan arca Budha dan langgam/coraknya yang menjadi bukti masuknya agama Budha ke Indonesia abad 2 M!

  1. Berikan Penjelasan teori / hipotesis masuknya agama Hindu ke Indonesia!

Jika Anda selesai menjawab latihan soal tersebut di atas, maka cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawabannya berikut ini:

1)

1. Sempaga/Sulsel. Langgam Amarawati/India Selatan
2. Jember/Jatim. Langgam Amarawati/India Selatan
3. Bukit Siguntang/Sumsel. Langgam Amarawati/India Selatan
4. Kota Bangun/Kaltim. Langgam Gandhara/India Utara

2)

  1. Teori waisya, Dr.N.J.Krom, agama Hindu dan Budha dibawa oleh pedagang. Kelemahannya: Kaum pedagang tidak menguasai bahasa Sansekerta atau kitab Weda.
  2. Teori Ksatria, Prof.Dr.Ir.J.L.Moens, agama Hindu dan Budha oleh Kaum Ksatria, karena kekacauan politik di India.
    Kelemahannya: Kaum Ksatria tidak menguasai bahasa Sansekerta.
  3. Teori Brahmana, J.C.Van Leur, agama Hindu dibawa oleh kaum Brahmana yang diundang oleh penguasa/kepala suku Indonesia.
    Kelemahannya: Kaum Brahmana tidak boleh menyebrangi laut menurut penganut Hindu yang kolot.

Bagaimana dengan jawaban Anda? Apakah sudah sesuai? Jika sudah sesuai berarti setapak Anda lebih maju dalam memahami materi tersebut, dan lanjutkanlah menyimak materi berikutnya.


Proses Masuknya Agama Hindu-budha ke Indonesia | Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Bu

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia pada masa lampau yang sudah mengenal tulisan.

Sejarah sebagai ilmu penget ahuan mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia bersifat abadi unik dan penting.

Ruang lingkup pembahasan sejarah, tercakup pada pembahasan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan umat manusia seperti masalah social, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Disisi lain juga terdapat masalah kepercayaan yang menjadi pemicu munculnya peristiwa bersejarah

Untuk mempermudah pemahaman sejarah maka peristiwa bersejarah perlu dibahas melalui beberapa periode sejak masa lampau hingga kini. Penyusunan peristiwa sejarah tersebut hendaknya dilakukan dengan urutan-urutan/kronologi mulai yang tertua usianya hingga yang termuda

Baik kronologi maupun periodisasi bertujuan untuk mempermudah pemahaman setiap peristiwa sejarah yang terjadi dimasa lampau. Peristiwa sejarah dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis sejarah, seperti sejarah local, nasional, dan dunia.

Prasejarah adalah zaman sebelum mengenal tulian

Proto sejarah adalah zaman ambang sejarah yang bukti-buktinya adalah kronik atau catatan dari Negara lain
Contoh : Nama indoneia atau keberadaan Indonesia tercatat di Negara lain padahal kita belum mengenal tulisan. Contoh kronik dari Mesir tahun 1 M. ditulis oleh Ptolomeus yang berjudul Geographyke Hypergensi yang menceritakan adanya satu pulau di Indonesia bernama iabadiau yang disinyalir itu adalah pulau jawa yang dikenal dengan nama jawadwipa.
Contoh yang lain adalah kronik dari Yunani yang berjudul periplous tes arythas thalases
Yang artinya pelayaran di laut merah dalam kronik itu menceritakan tentang salah satu pulau yang banyak menghasilkan emas namanya pulau Cryse yang disinyalir pulau itu adalah pulau Sumatra

Pra sejarah dimulai ketika mulai adanya kehidupan manusia di muka bumi. Pada masa prasejarah ini, manusia sudah mengenal kepercayaan dan kebudayaan sebagai bukti diketemukannya alat-alat rumah tengga seperti chopper, flakes, alat-alat tulang. Kebudayaan adalah semua hasil cipta, karya dan rasa manusia.

Bangsa Indonesia bersejarah pada abad ke 5 dengan ditemukanya prasasti Kutei di Kalimantan timur prasasti inipun dapat menyimpulkan kita sudah berhubungan dengan luarnegeri dilihat dari nama raja-rajanya seperti Aswawarman dan Mulawarman yang bukan nama asli Indonesia dan agama yang ada yaitu hindu

Peninggalan Budaya yang berupa tulisan tertua di Indonesia adalah tulisan pada prasasti yang diketemukan di Kutai, Kalimantan timur. Prasasti yang kemudian dikenal dengan yupa ini berasal dari tahun 400 M dan dituli dengan huruf Pallawa. Namun demikian, selain batu sebagai bahan untuk menulis terdapat pula berbagai macam material yang digunakan untuk menulis mulai dari logam hingga kertas yang bermutu tinggi

Bukti sejarah adalah prasasti. Prasasti adalah perintah atau himbauan Raja yang dituliskan pada permukaan batu atau lembaran logam. Prasasti pada tiang batu dinamakan linggapala, sedangkan yang dari lempengan logam dinamakan tamra. Prasasti yang berkenaan dengan masa kejayaan disebut jayasamba, apabila prasasti yang asli hilang, kemudian dibuat tiruan atau duplikatnya. Prasasti tiruan ini disebut tinulad.

Selain prasasti, bukti tertulis lainnya adalah kitab, babad, candi, batu nisan dll.

Sejarah sebagai suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau, sangat sulit untuk dapat mengetahui suatu peristwa secara keseluruhan dari peristiwa yang terjadi. Untuk dapat mengetahui peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau, para ahli memerlukan tahap-tahap penelitian seperti informasi sejarah dan pengumpulan sumber-sumber sejarah. Data-data sejarah yang berhaasil dikumpulkan tersebut, kemudian diverifikasi dan diinterpretasi. Namun dipihak lain, perlu adanya sumber-sumber sejarah, seperti sumber lisan, sumber tulisan, dan sumber benda.

    • Herodotus : Sejarah tidak berkembang kearah depan dengan tujuan pasti melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar